Senin, 17 November 2014

Warisan SBY terasa sangat berat

PDIP: Warisan SBY terasa sangat berat

Reporter : Kresna | Minggu, 16 November 2014 16:35



PDIP: Warisan SBY terasa sangat berat
SBY temu kangen AKABRI. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Merdeka.com - Sekjen PDIP Hasto kristiyanto mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) adalah pilihan sulit. Jika tidak dinaikkan, maka akan berdampak pada APBN karena subsidi BBM terus mengalami peningkatan.

"Warisan SBY terasa sangat berat. Misalnya saja warisan defisit ganda yang berpengaruh pada fiskal kita. Reformasi perpajakan juga gagal hingga membuat target pajak kita jadi minus Rp 100 triliun. Selain itu utang Indonesia membengkak beserta bunganya rata-rata Rp 87 triliun per tahun," kata Hasto dalam acara Rakerda PDIP di di Hotel Hyatt Yogyakarta, Minggu (16/11).

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menegaskan ada perbedaan antara kartu-kartu sakti Jokowi dengan bantuan tunai langsung pada era SBY. Menurutnya, pembagian BLT kerap kali menimbulkan persoalan baru.

"Di zaman SBY saja pembagian BLT sampai membuat warga berdesak-desakan hingga menimbulkan permasalahan sosial. Sedangkan kartu Jokowi ini by name by address, langsung dikirimkan," tambahnya.

Hasto juga mengkritisi nilai tukar rupiah warisan SBY. Lantas dia membandingkan saat Megawati Soekarnoputri mewariskan pada SBY. Saat itu nilai tukar rupiah pada dolar sebesar Rp 6.000.

Sementara anggota DPR Fraksi PDIP Idham Samawi menambahkan opsi kenaikan BBM adalah pilihan terakhir. "Ini opsi terakhir, kalau enggak kayak gini situasinya, BBM enggak mungkin naik," tambahnya.
[has]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar